Ada anggapan popok bayi sekali pakai penyebab kaki bayi berbentuk huruf O. Benarkah?

Ada anggapan popok bayi sekali pakai penyebab kaki bayi berbentuk huruf O. Benarkah?

Kehadiran buah hati menjadi anugerah bagi setiap orang tua. Momen istimewa ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk perawatan buah hati, terlebih pada orang tua baru.

Ada berbagai mitos, tradisi dan kepercayaan seputar perawatan bayi, termasuk penggunaan popok. Seiring perkembangan zaman, inovasi pada produk bayi baru lahir membuat pekerjaan ibu semakin mudah. Tetapi tak jarang banyak juga para ibu yang masih ragu menggunakan popok sekali pakai bagi buah hati.

Salah satunya, misalnya anggapan bahwa bayi baru lahir berusia 0-40 hari masih sangat sensitif sehingga sebaiknya menggunakan popok kain. Kepercayaan lainnya, bahwa popok sekali pakai membuat kaki bayi bengkok. Benarkah?

Dokter spesialis anak dari Perinatologi RSCM dr Rosalina Dewi Roeslani SpA(K) mengatakan, ada beberapa hal seringkali salah dimengerti mengenai bayi baru lahir dan penggunaan popok. Ini dia beberapa diantaranya:

1. Menyebabkan kaki berbentuk “O”

Menurut dr Rosalina, bow leg, bandy leg atau tulang paha yang melengkung ke arah lateral normal terjadi pada bayi baru lahir hingga berusia 18 bulan. Saat lahir, bentuk tubuh bayi seperti katak dengan kaki berbentuk O yang menyesuaikan dengan lingkungan rahim yang sempit. Seiring perkembangan, pada bayi yang sehat, tulang kaki akan makin lurus dan benar-benar lurus pada usia 4- 6 tahun.

Gangguan pada kaki buah hati dianggap serius bila kaki yang bengkok terjadi pada salah satu kaki saja. Selain itu, kaki yang terus membengkok (progresif) sehingga menyebabkan perbedaan antara kiri dan kanan harus diwaspadai. Apalagi, bila ada riwayat kelainan tulang dalam keluarga. “Bila demikian, kemungkinan anak memang mengalami gangguan pertumbuhan tulang.Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter,” ungkap dr Rosa pada Media Gathering Mamy PokoExtra Dry Types Newborn di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2012.

Mengenai penggunaan popok sekali pakai pada bayi baru lahir yang kerap dikaitkan dengan kelainan kaki pada bayi, dr Rosa mengungkap, hingga saat ini belum ada pembuktian secara ilmiah.

2. Popok sekali pakai penyebab ruam popok

Ruam popok adalah bentuk peradangan yang terjadi di sekitar popok. Menurut dr Rosa, ruam popok paling banyak disebabkan kulit yang lembab. “Kulit bayi baru lahir sangat sensitif terutama yang berusia kurang dari dua minggu. Ini karena jumlah buang besar masih sangat sering, terutama bayi ASI yang mengeluarkan feses sekaligus bilirubin. Kontak dengan urin dan feses bisa jadi penyebabnya,” ujarnya.

Bayi yang buang air hingga 10 kali sehari, memunculkan risiko terkena ruam. Sehingga, para ibu harus segera mengganti popok sekali pakai. “Begitu bayi buang air besar, segera bersihkan dan ganti popok dalam 2-3 jam sekali. Jangan menghemat popok dan usahakan kulit bayi tetap kering.”

Bila bayi sudah telanjur mengalami iritasi akibat ruam popok, dr Rosa menyarankan menggunakan krim yang mengandung zinc. “Kalau tak membaik, bawa bayi ke dokter. Kemungkinan ruamnya telah mengalami infeksi.”

Selain kelembaban dan kontak dengan urin atau feses, pada bayi berusia lebih tua, 4-6 bulan, pemberian makanan tambahan juga disinyalir sebagai pemicu ruam popok.
“Terutama pada ibu menyusui, beberapa jenis makanan tertentu seperti seafood atau kacang akan masuk ke bayi lewat ASI. Beberapa bayi tidak dapat mencerna sehingga merangsang kejadian ruam,” katanya.

Melindungi Tidur Bayi

Di awal kehidupannya, bayi baru lahir memiliki waktu tidur yang panjang. Tidur pada bayi berdampak luas pada perkembangan perilaku dan mentalnya di kemudian hari. “Saat tidur bayi mengingat stimulasi yang dia peroleh waktu terjaga, sehingga tidur yang berkualitas sangat membantu tumbuh kembang anak,” ucap dr Rosa.

Pada sebuah studi kecil, kata dr Rosa, bayi prematur yang harus berada di inkubator dan banyak bersentuhan dengan perawatan seringkali kekurangan tidur dan memengaruhi perkembangan mental mereka. ” Mereka cenderung mengalami kesulitan konsentrasi (ADHD) di kemudian hari. Sebab saat ini saatnya sel neuron otak saling terhubung.”

Dr Rosalina menekankan, perlunya menjamin tidur berkualitas bagi buah hati dan sentuhan menenangkan dari ibu. “Penggunaan popok bayi yang nyaman dan kering akan membuat tidur terlindungi. Pada akhirnya pertumbuhan masa emas bayi berlangsung optimal,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>